Kisah Boncel dan Panjul : Beda Nasib 2 Kucing Berbeda Kasta

Boncel: Kucing biasa dari peranakan lokal, biasa dsebut kucing kampung atau kucing jawa. Datang tiba-tiba *dan tidak diinginkan* saat masih tergolong balita *untuk seumuran kucing* terdampar di depan rumah, sepertinya sengaja dibuang oleh orangtuanya akibat hubungan terlarang. Lalu dirawat oleh pemilik rumah *dengan terpaksa* karena merasa kasihan, dengan maksud akan diberikan ke orang lain setelah cukup dewasa *tapi sampai detik ini, boncel ternyata tidak mau pergi*.

♥Panjul: Merupakan jenis kucing persia yang memang sengaja dibeli dengan harga yang lumayan tidak murah saat masih kecil. Sengaja dibeli untuk dirawat dan dipelihara dengan ikhlas. Dan tidak pernah berniat untuk dibuang dengan cuma-cuma.

Si Panjul

Si Panjul

===================================================

Boncel: Bila malam tiba, boncel diusir keluar rumah, pintu ditutup agar dia tidak bisa masuk. Si pemilik rumah berkata, agar boncel tidak mengotori maupun merusak perabotan di dalam rumah jadi dia harus dikeluarkan. Dan akhirnya dia pun terpaksa tidur di pojokan teras atau genteng untuk sekedar melindunginya dari Continue reading

Sahabat Pena

Sahabat pena? Istilah jaman dulu adalah cara berteman melalui saling berinteraksi lewat surat, makanya dipake istilah pena. Karena suratnya emang ditulis pake pena. Klo jaman sekarang, mungkin sahabat pena-an nya ud gag make surat pos lagi. Secara jaman sekarang ini orang-orang ud mule pada males bwt ngirim surat lewad pos. Orang sekarang mah lebi suka pake imel a.k.a electronic mail (e-mail) dan sms.

Ngmongin soal sahabat pena, jd inget pas tadi siang iseng2 bongkar rak meja. Gag sengaja di bawah tumpukan benda2 gag berguna ituh, dtemukan sebuah kardus kecil. Isi kardusna adalah ikatan2 surat2 lama yang lumayan banyak. Surat-surat dari sahabat pena semasa kecil dulu. saking semangadnya dengan kegiatan surat-menyurat itu, pak pos nya yang sering nganterin surat kerumah jadi apal gitu, bahkan mpe sekarang. Keuntungannya, klo ada surat yang masuk ke rumah jarang ada yang salah kirim. Biarpun salah penulisan asal nomer rumah ada, itu pak pos langsung aj nganterin ke rumah dengan selamat.

box surat

kardus isi tumpukan surat

salah satu surat yang dibaca lagi

Iseng buka-buka dan baca sbgian isi suratnya itu. Buset dah, anak-anak klo surat-suratan bahasana begini ternyata. Asli ngakak deh. Mana ada yang ngasi Continue reading

Adek Kelas Nekat

Ini cerita jaman SMA. Cerita yg terjadi saat aku beserta temen2 senasib dan seperjuangan. Ok, sebenernya memang sdikit memalukan dan aseli jg gag gerti knapa kami bs senekat itu dulu. Kejadian ini terjadi saat kelas 2 SMA. Saat itu kami baru selesai ulangan umum. Dan seperti banyak diketahui, setelah ulangan umum menjelang pembagian raport biasanya di skolah terjadi jam kosong sepanjang hari *kcuali untuk yg musti ngulang karena nilainya jelek*. Naah…waktu kosong berkepanjangan itulah yang kami manfaatkan untuk berbagai kegiatan yg tidak diketahui kegunaannya kcuali untuk memperat tali silaturahmi dgn kakak kelas *loooh?*.

Gini awal mulenya…Jaman SMA, biasalah klo gebet2 kakak kelas. Palagi dengan kakak kelas yg kliatan cool, motor ato mobilnya keren. Sbgai anak kelas 2 yg sedang tumbuh dan b’kembang untuk menikmati saat remaja, masing-masing dari kami punya gebetan sendri-sendiri. Tujuan awal petualangan kami sebenarnya hanya untuk maen ke rumah seorang temen aja bwt ilangin setres bis ujian. Tapi gag tw knapa juga kok bisa jd muter-muter ke rumah kakak-kakak kelas 3. Yep….itulah yg bikin kami disebut kurang kerjaan, hihihi…

Sekolah kami ada di Jalan Sagan, Yogyakarta. Tujuan awal, kami pergi ke Pogung, daerah Jalan Kaliurang (jalan yg nantinya bakal dilewatin tiap hr saat kuliah). Di situ kami hanya muter aja, pngen liet rumah salah satu kakak kelas 3. Gag mampir, cuman berenti di depan rumahnya doank trus kabur. Bis dari situ kami melanjutkan perjalanan. Tujuannya adalah Madukismo, itu rumah seorang temen namanya Fara. Pas mw ke Fara itu, temen namanya Catur sempet ketilang, secara anak SMA blom punya SIM gitulah. Sampe di rumah Fara, kami maen bentar trus pergi lagi. Kali ini tujuannya adalah Karangkajen. Setelah mampir ke Radio Yasika kami pun menuju perhentian selanjutnya. Yeep…rumah kakak kelas 3 lagi. Dan lagi-lagi hanya untuk melihat. Namun karena ketauan salah seorang tetangganya dan dikira Continue reading