The Skripsi Story : Part 2

Huhuhu…lama banget gag buka blog, mpe lupa cerita lanjutan bwt yang kemaren sampe mana. Ehmmmm…part 2 begin.

Setelah acara Progress yang dipersiapkan serba mendadak dan kacau itu, tiba-tiba malah membuka isi kepalaku yang sempet ketutup. Entah kenapa mendadak ada inspirasi yang datang dan menjelaskan semuanya. Segala macam referensi mulai dibuka dan pelajari lagi, aku juga mulai tambah rajin ke kampus, entah itu untuk ke perpus atau bimbingan. Dan akhirnya emang smua bisa dikerjain, dengan banyak bantuan dari teman tentunya…hehehe, klo gag mana bisa lancar menjalankan script-script yang bejejer itu.

Walaupun dari judul terbaca bahwa aku pake model objeknya kepala manusia, tapi ternyata kenyataannyaa aku musti bkin 2 buah model lain dengan tingkat kerumitan berbeda sebagai pembanding. Untuk objek akhirnya aku memilih model kepala manusia, replika naga, dan teko teh yang merupakan objek paling sederhana. Dan prekteknya, pada saat pendadaran bukan kepala manusia yang justru dipakai untuk demo ke dosen penguji. Karena pertimbangan waktu, dosen-dosen penguji minta aku demo pake objek yang paling sederhana, yaitu teko teh.

Secara resmi, aku ngerjain TA sekitar 8 bulan. Akan tetapi, ternyata pada kenyataan nya, waktu yang dipakain untuk benar-benar ngerjain hanya di 3 bulan terakhir. Jadi pertanyaan na…kemana aja aku 5 bulan sebelumnya?? :D

Keuntungan punya dosen pembibing yang juga sebagai ketua jurusan, segala macam surat dan kelengkapan bwt ngajuin sidang pendadaran lebih mudah didapat. Herannya ya, waktu itu daftar pendadaran lumayan mepet dengan batas pengajuan terakhir, tapi malah dapet giliran hari pertama dan itu 3 hari setelah pengajuan. Pasrah aja lah, dipikir-pikir juga biar gag setres kelamaan klo nunggu lebih lama.

Hari pembantaian pun tiba. Tiga orang dosen penguji yaitu Ibu Lizda dan Pak Syarif, serta dosen pembimbing Pak Yudi. Pas masuk ruangan pertama kali, emang belom kerasa dag dig dug, masih nyantai aja, bahkan masih bisa ketawa-ketawa bercanda sama temen. Nah, pas para dosen dateng itulah….tiba-tiba ini jantung pngen kabur, copot dari dada. Perut aja mpe mules, entah karena saking deg-degan nya atau emang karena kebelet pngen buang aer *maap*. Kayana sih alasan terkhir lebih diterima, hehehe…Sidang berjalan lumayana cepet sih, gag nyampe 15 menit (rasanya). Pertanyaan yang diajuin pun alhamdulillah gag aneh-aneh dan lumayan bisa dijawab dengan lancar.

Satu kalimat yang paling ditunggu pun akhirnya kluar. “Anda dinyatakan lulus”. Wuuuh, bener-bener langsung plong, berasa beban semua ilang. Walaupun ada beberapa revisi yang musti dikerjain, tapi setidaknya gudah lulus. Dan akhirnya, tanggal 31 Maret 2008, aku akhirnya wisuda…..

5 Responses to The Skripsi Story : Part 2

  1. bujug cuma 15 menit pi??? nah akuuu diriku dihajar 2 jam fullllllllllllll di ruang pendadaran (tears) psikologi emang kejaaaaaaaaamm

  2. Enak tenan tes.. mung 15 menit.. ak ki sampe 40menit lho.. tapi selamat selamat..
    saiki level mafia war mu piro.. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s